KSP Dorong Komunitas Kembangkan Kopi Indonesia yang Belum Populer

KSP Dorong Komunitas Kembangkan Kopi Indonesia yang Belum Populer

KSP Dorong Komunitas Kembangkan Kopi Indonesia yang Belum Populer

JAKARTA– Kepala Staf Presiden, Jenderal (Purn) Moeldoko menerima kehadiran Komunitas Meraki Agrivolution yang bergerak dalam bidang pemberdayaan petani wilayah Bogor. Melalui kesempatan ini, salah satu perwakilan dari Meraki Agrivolution mengungkapkan keinginan untuk dapat memberdayakan petani kopi di wilayah Bogor agar tidak hanya menjadi buruh tani. “Lebih ke arah pandampingan bagaimana para petani bisa berdaya, jadi tidak hanya buruh tani,” ucap Aria Winata, di Gedung Bina Graha (20/2/2019).

Salah satu perwakilan lain dari Meraki Agrivolution, Uty menuturkan jika untuk mendukung upaya pendampingan tersebut pihaknya sudah melakukan beberapa hal seperti mengadakan Sekolah Petani yang dalam hal ini menggabungkan pendekatan pengetahuan dan teknologi, “Jadi kebutuhan-kebutuhan yang dibutuhkan dari hulu sampai hilir kami identifikasi kemudian dibuat secara kurikulum, belajar langsung di kebun” ungkap Uty.

Untuk mendukung dan mengoptimalkan pencapain-pencapaian tersebut, Kepala Staf menekankan perlunya gaung yang lebih besar untuk mempopulerkan kopi-kopi lain dari Indonesia yang belum begitu terkenal. “Selama ini kan yang terkenal ada kopi toraja, kopi  lampung, kopi aceh gayo, coba cari yang lain. Saya menemukan misalnya kopi gorontalo, lalu ada juga kopi Bengkulu, ini kita angkat. Kita jangan bermain di kopi yang sudah populer karena persaingan yang sudah kuat jadi angkat kopi Indonesia yang belum populer, lalu branding itu sehingga menjadi sesuatu” jelas Moeldoko.

whatsapp-image-2019-02-20-at-16-22-54

Selain itu, digitalisasi pertanian merupakan salah satu program yang dikembangkan oleh Meraki Agrivolution dengan visi ketahanan pangan nasional dengan fokus pemerataan ekonomi di sektor pertanian secara digital. Sejalan dengan visi tersebut, kepala staf mengungkapkan perlunya penambahan komoditi penjualan seperti sayur sebab sayur memilik mangsa pasar yang besar. “Kalau bisa juga punya kesempatan untuk sayur, karena pasarnya sangat besar” Ujar Moeldoko.

Sebagai penutup, di akhir pertemuan Aria mengungkapkan keinginan untuk bisa menjalin kerja sama dengan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), “Kiranya bisa bergabung di HKTI  supaya bisa kolaborasi menjalaninya bersama, kolaborasi sampai ke pemerintahan” kata Aria. Meraki Agrovolution juga memberikan oleh-oleh berbagai jenis kopi yang dihasilkan dari para petani untuk Kepala Staf Kepresidenan.

Close