Perempuan Nelayan Penyokong Kesejahteraan Keluarga

Perempuan Nelayan Penyokong Kesejahteraan Keluarga

Perempuan Nelayan Penyokong Kesejahteraan Keluarga

SURABAYA – Kesejahteraan itu tidak memandang jenis kelamin. Laki-laki dan perempuan sama-sama memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan, khususnya bagi kehidupan nelayan.

Pernyataan itu disampaikan Deputi V Kepala Staf Kepresidenan, Jaleswari Pramodhawardani saat  melaksanakan kunjungan ke Kampung Nelayan Nambangan. Acara kunjungan ini dilanjutkan dengan audiensi dengan perempuan nelayan yang bertempat di Sentra Ikan Bulak, Surabaya, Kamis, 14 Februari 2019.

Kegiatan kunjungan dan audiensi ke kampung nelayan ini merupakan kegiatan pembuka dari rangkaian acara seminar nasional bertajuk ‘Nelayan dan Poros Maritim’ yang diselenggarakan pada siang hari di tanggal yang sama bertempat di UIN Sunan Ampel Surabaya.

Dalam kunjungan ini, Deputi V Kepala Staf Kepresidenan didampingi Tenaga Ahli Madya Kedeputian V, Alan F. Koropitan, serta Asisten Koordinator Staf Khusus Presiden, Riza Damanik dan anggota Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) yakni Rosinah dan Munir,

Saat kegiatan audiensi, Jaleswari membuka dengan menyampaikan bahwa kehadiran Kantor Staf Presiden (KSP) adalah untuk menampung aspirasi masyarakat perempuan nelayan terkait kehidupan dan kesejahteraan nelayan. Audiensi ini mengungkap fakta penting mengenai signifikansi peran perempuan dalam kehidupan nelayan.

“Segala aspirasi yang telah disampaikan akan ditampung dan digunakan sebagai catatan perbaikan utamanya dalam hal pengarusutamaan gender dalam program-program pemerintah ke depan.” ungkap Jaleswari.nela

Salah satu perwakilan perempuan nelayan menuturkan bahwa setiap harinya, setelah terbit fajar, mereka menghabiskan waktu sedikitnya 20 jam baik untuk bertindak sebagai penanggungjawab kehidupan domestik rumah tangga maupun menjalankan tugas pascapanen.

Aktivitas pascapanen dimulai saat tengah hari, ketika para suami telah kembali dari melaut. Aktivitas ini terdiri dari metheli (mencabut dari jaring), mbetheti (membersihkan), menjemur, membumbui, hingga menjual hasil tangkapan nelayan baik di pengepul maupun di pasar ikan terdekat.

Untuk mengisi kegiatan di luar kesibukan sehari-hari, para perempuan nelayan membentuk arisan perempuan yang dikelola secara mandiri. Kegiatan arisan ini sekaligus berguna untuk sarana simpan pinjam. Para perempuan nelayan juga menjelaskan bahwa sebagian besar nelayan di Kampung Nelayan Nambangan telah menerima saluran program pemerintah yang meliputi konverter BBM, perahu, dan asuransi nelayan.

Menjawab pertanyaan yang muncul dari perempuan nelayan selama audiensi berlangsung, KSP juga menyosialisasikan mengenai prosedur teknis program pemerintah, tidak hanya program yang berkaitan dengan nelayan tetapi juga program pemerintah secara umum. Sosialisasi yang disampaikan di antaranya adalah cara mendapatkan pinjaman untuk bank mikro nelayan, mengelola kelompok nelayan, serta manfaat dari keikutsertaan pada asuransi nelayan dan program pemerintah lainnya seperti program Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan program Kartu Indonesia Pintar (KIP).ne1

Close