Categories
Berita Berita Presiden

Jelang Penurunan Bendera, Presiden Jokowi Sapa Tamu Undangan dan Masyarakat

JAKARTA- Saat para tamu undangan menunggu dimulainya upacara penurunan bendera negara Sang Merah Putih dengan dihibur penampilan marching band, pertunjukan kesenian, serta persembahan musik dari penyanyi Tulus, Presiden Joko Widodo beranjak keluar dari Istana Merdeka untuk menyapa masyarakat.
Didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Negara yang sore ini mengenakan setelan jas berwarna biru keluar menyusuri tangga di sisi barat Istana Merdeka. Selanjutnya, Presiden berjalan ke sisi lapangan dan turut menikmati penampilan musik yang saat itu sedang dilantunkan oleh Tulus.
Presiden, masih bersama Pratikno dan Pramono Anung, kemudian menyusuri sisi barat tenda untuk para tamu undangan dan menyapa para tamu undangan sambil sesekali melayani permintaan swafoto para tamu undangan.
Ia bahkan beranjak keluar dari kompleks Istana Kepresidenan untuk menyapa masyarakat yang berada di sekitar panggung aubade. Tampak sejumlah warga kegirangan saat melihat Presiden Joko Widodo mendekat ke arah mereka.
Di sekitar panggung tersebut, Presiden juga sempat menyalami penyanyi bernama lengkap Muhammad Tulus tersebut dan memintanya untuk masuk ke dalam area Istana Kepresidenan untuk menyaksikan langsung upacara penurunan Sang Merah Putih.
Suasana menjadi semakin heboh ketika Kepala Negara kembali memasuki Istana Kepresidenan melalui sisi timur. Para tamu undangan yang berada di panggung sisi tersebut langsung berkerumun dan mendekat ke arah Presiden.
Antusiasme masyarakat yang hadir membuat Pasukan Pengamanan Presiden sedikit memperketat penjagaan terhadap Presiden. Meski demikian, Presiden Joko Widodo masih melayani sejumlah permintaan tamu undangan untuk berjabat tangan dan berswafoto.
Kepala Negara lalu beranjak menuju mimbar kehormatan untuk bersiap sebagai Inspektur Upacara Penurunan Bendera Negara Sang Merah Putih.
Upacara Penurunan Bendera Merah Putih Berlangsung Khidmat
Upacara Penurunan Bendera Negara Sang Merah Putih yang sekaligus mengakhiri rangkaian Peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia pada hari ini disaksikan oleh Presiden Joko Widodo dan berlangsung khidmat.
Tim Putih yang pada sore itu bertugas, menyerahkan kembali bendera Merah Putih kepada Presiden Joko Widodo di mimbar kehormatan. Upacara penurunan bendera berlangsung dengan khidmat dan tanpa kendala.
Kolonel Pasukan Ahmad Sunawar Sholikul Qodri, yang merupakan lulusan Akademi Angkatan Udara tahun 1997, bertindak selaku Komandan Upacara. Ia yang kelahiran Sragen, 3 Januari 1976, tersebut saat ini menjabat sebagai Asisten Operasi Kor Pasukan Khas Angkatan Udara.
Aisyah Rahmawati yang berasal dari Provinsi Bengkulu didapuk sebagai pembawa bendera yang diserahkan kembali kepada Presiden Joko Widodo selaku inspektur upacara.
Sementara itu, Kelompok 8 yang bertugas menurunkan bendera terdiri atas Muhammad Fany Nur Wibowo dari Provinsi Jawa Tengah sebagai Komandan Kelompok 8, Bagas Satria Wijaya dari Provinsi Lampung sebagai pembentang bendera, dan Zaini Fahmi dari Provinsi Kalimantan Tengah sebagai pengerek bendera.

Categories
Berita Berita Presiden

Momen Presiden Jokowi Menyalami Komandan Upacara

JAKARTA- Satu momen tak biasa terlihat selepas upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada Sabtu, 17 Agustus 2019, di Istana Merdeka, Jakarta.
Saat hendak meninggalkan mimbar kehormatan, Kepala Negara bersama dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla terlebih dahulu menyalami para tamu undangan yang berada di sekitar mimbar.
Presiden tampak berbincang sejenak dengan Wakil Presiden sebelum sejurus kemudian tertangkap kamera berbelok ke lapangan hijau yang berada di depan Istana Merdeka. Saat itu, Komandan Upacara, Kolonel Laut (P) Hariyo Poernomo, dan para petugas upacara masih bersiap di lapangan.
Menyadari Kepala Negara yang mendekat ke arahnya, lulusan Akademi Angkatan Laut tahun 1997 tersebut bergegas memasukkan pedang di tangan kanannya ke dalam sarung pedang. Ia kemudian memberikan hormat dan menyambut uluran jabat tangan Presiden.
Sesaat sebelum Kepala Negara berbalik menuju mimbar kehormatan, Presiden sempat menepuk lengan kiri pria kelahiran Jakarta, 31 Juli 1976, beberapa kali. Momen tersebut mengundang tepuk tangan riuh para tamu undangan.
Presiden dan Wakil Presiden kemudian kembali menaiki mimbar kehormatan dan kembali ke dalam Istana Merdeka untuk menjalani agenda berikutnya.
 

Categories
Berita Berita Presiden

Hadiah Sepeda Jokowi bagi Pemenang Busana Adat Terbaik

JAKARTA- Sebelum beranjak dari mimbar kehormatan selepas upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2019, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) sejenak mengambil panggung untuk memberikan pengumuman.
“Saya diminta untuk mengumumkan hasil dari penilaian juri siapa pemenang yang memakai pakaian nasional daerah yang terbaik,” ujarnya.
Dalam peringatan kali ini, Presiden Joko Widodo rupanya kembali menggelar kontes kecil bagi tamu undangan yang hadir dengan mengenakan busana adat terbaik. Ia telah mempersiapkan hadiah khusus bagi para pemenang tersebut.
“Tentu mendapatkan hadiah. Hadiahnya sepeda merah putih,” kata JK.
JK kemudian mengumumkan tiga nama pemenang yang dinilai oleh juri tampil menarik dengan busana adat yang dikenakan.
Hadiah bagi pemenang pertama diberikan kepada Ibu Khalidah yang hadir dengan mengenakan busana adat Nusa Tenggara Timur. Sementara pemenang kedua ditetapkan kepada Bapak H. Aji Bahrul Hadi, Sultan Gunung Tabur, dengan busana adat Kalimantan Timur. Adapun hadiah bagi pemenang ketiga diberikan kepada Ibu Nora Tristiana Ryamizard Ryacudu yang mengenakan busana adat Lampung.
Ketiganya kemudian maju ke depan mimbar kehormatan untuk kemudian dihampiri oleh Presiden Joko Widodo beserta Ibu Negara Iriana dan Wakil Presiden Jusuf Kalla beserta istri yang memberikan selamat kepada ketiganya. Hadiah sepeda juga langsung diberikan bersamaan dengan itu.
Kebiasaan Presiden untuk berbagi sepeda dalam sejumlah kesempatan kunjungan kerja menjadi salah satu hal yang memeriahkan upacara peringatan pada tahun ini. Kontes serupa sebelumnya pernah digelar pada peringatan di tahun 2017 lalu dengan hadiah yang sama.

Categories
Berita Berita Presiden

Kemeriahan HUT ke-74 Republik Indonesia di Istana Merdeka

JAKARTA- Peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2019 pagi ini telah berlangsung dengan khidmat dan penuh keceriaan. Halaman Istana Merdeka, Jakarta, kembali diramaikan dengan para tamu undangan yang hadir dengan mengenakan busana adat yang penuh warna.
Rangkaian acara dimulai dengan parade budaya Tanah Air dan sejumlah kelompok marching band yang menghibur para tamu undangan.
Prosesi dilanjutkan dengan kirab Bendera Negara Sang Merah Putih dan teks asli naskah proklamasi dari Monumen Nasional menuju Istana Merdeka.
Dalam prosesi tersebut, Tarrisa Maharani Dewi dari Provinsi Jawa Barat, yang pada peringatan tahun lalu bertugas sebagai pembawa bendera pada upacara di Istana Merdeka, kali ini bertugas sebagai pembawa bendera pusaka dari Monumen Nasional. Sementara Zanati Tahta Umahati asal Provinsi Sumatera Selatan, yang tahun lalu bertugas sebagai pembawa bendera pada upacara sore hari, bertugas sebagai pembawa teks asli naskah proklamasi menuju Istana Merdeka.
upacara-hut-ri-ke-74-21
Presiden Joko Widodo dalam peringatan kali ini mengundang sejumlah pihak untuk menghadiri upacara secara langsung di Istana Merdeka. Sebanyak 11.000 kursi undangan disediakan bagi para tamu undangan dengan 70 persen dari jumlah itu dialokasikan bagi masyarakat umum.
Peringatan kemerdekaan dengan tema “SDM Unggul Indonesia Maju” tampak semarak dengan hilir mudiknya tamu undangan yang mengenakan baju adat daerah masing-masing. Tak mau ketinggalan, Presiden Joko Widodo pagi ini turut mengenakan busana adat dari Klungkung, Bali.
Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan
Kolonel Laut (P) Hariyo Poernomo, S.E., M.M. didapuk menjadi Komandan Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini. Pria kelahiran Jakarta, 31 Juli 1976, ini merupakan lulusan Akademi Angkatan Laut tahun 1997.
Laporan Komandan Upacara kepada Presiden Joko Widodo selaku inspektur upacara dan dentuman meriam sebanyak 17 kali menandai dimulainya peringatan detik-detik proklamasi.
Saat prosesi pengibaran bendera, Salma El Mutafaqqiha Putri Achzaabi yang mewakili Provinsi Jawa Tengah bertugas untuk menerima bendera merah putih yang diserahkan oleh Presiden Joko Widodo untuk kemudian dikibarkan.
upacara-hut-ri-ke-74-29
Adapun tiga orang lainnya yang bertugas untuk mengibarkan bendera Merah Putih ialah Rafi Ahmad Falah sebagai Komandan Kelompok 8 yang mewakili Provinsi Banten, Rayhan Alfaro Ferdinand Siregar sebagai pembentang bendera yang mewakili Provinsi DKI Jakarta, dan Rangga Wirabrata Mahardika sebagai pengerek bendera yang mewakili Provinsi Jawa Barat.
Dalam upacara ini, Pasukan Pengibar Bendara Pusaka mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Sang Merah Putih tampak gagah berkibar di halaman Istana Merdeka.
Presiden Jokowi kemudian berdiri di mimbar memberikan tepuk tangan sementara para tamu undangan lainnya turut memberikan tepuk tangan meriah saat pasukan pengibar bendera dan para petugas upacara meninggalkan lapangan sebagai tanda upacara telah selesai dilaksanakan.
Masyarakat di akhir prosesi terhibur dengan atraksi flypast pesawat tempur TNI dan persembahan lagu-lagu oleh paduan suara dan orkestra Gita Bahana Nusantara.

Categories
Berita Berita Presiden

Pesan Presiden Jokowi di HUT ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia

JAKARTA- Menjelang berlangsungnya upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Presiden Joko Widodo menyampaikan pesan bagi bangsa Indonesia di usianya yang ke-74 tahun. Ia menegaskan bahwa kesatuan dan keutuhan negara adalah hal yang teramat penting.
“Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah segala-galanya. Jangan sampai dikorbankan yang namanya keutuhan NKRI karena pemilihan bupati, wali kota, gubernur, dan presiden. Keutuhan NKRI harus ditempatkan di tempat yang paling penting,” ujarnya yang kali ini tampak mengenakan busana adat Bali.
Di usianya tersebut, Indonesia akan menghadapi tantangan yang semakin berat dalam menghadapi persaingan. Dengan tantangan itu, pembangunan sumber daya manusia (SDM) akan menjadi faktor penting sebagai langkah awal bagi kemajuan Indonesia. Sebab, tanpa dukungan SDM yang unggul, sulit rasanya bagi Indonesia untuk menciptakan lompatan kemajuan.
Terkait hal itu, Presiden Joko Widodo kembali menegaskan bahwa fokus pemerintahannya dalam periode mendatang ialah pembangunan manusia. Tema peringatan HUT ke-74 Republik Indonesia, “SDM Unggul Indonesia Maju”, kali ini pun berangkat dari hal tersebut.
“Dalam periode yang kedua ini, lima tahun ke depan, kita akan fokus, kita akan konsentrasi, kepada pembangunan manusia,” ucap Presiden dalam kesempatan yang sama.
Ia mengatakan, pembangunan SDM tersebut akan mencakup program-program yang memastikan bahwa pembangunan SDM dimulai sejak awal dilahirkan hingga beranjak dewasa. Hal tersebut salah satunya dengan memastikan pemberian nutrisi dan gizi yang mencukupi untuk tumbuh kembang anak.
“Tetapi yang paling penting, sejak awal memang harus dibangun yang namanya karakter. Oleh sebab itu, budi pekerti menjadi sesuatu yang sangat penting,” imbuhnya.
Sementara pada tahap selanjutnya, SDM Indonesia juga harus dibekali dengan kemampuan yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri masa kini dan masa mendatang.
“Ini mulai harus kita tata secara baik. Kalau sudah di perguruan tinggi, sudah saya sampaikan, target kita adalah mereka bisa berkompetisi di regional maupun global,” tandasnya.