Categories
Berita Berita KSP

Eko Sulistyo di CNN Indonesia TV: ‘Gagal Paham Razia Buku Kiri’

JAKARTA – Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan Eko Sulistyo dalam Layar Demokrasi CNN Indonesia TV ‘Gagal Paham Razia Buku Kiri’, tayang live Rabu, 7 Agustus 2019 bersama host Ferdi Ilyas, Sejarawan dan penulis JJ Rizal, dan M Zulkifli dari Brigade Muslim Indonesia.
Video lengkapnya di sini

poster
screen-shot-2019-08-08-at-11-11-46 screen-shot-2019-08-08-at-11-12-17 screen-shot-2019-08-08-at-11-13-00 screen-shot-2019-08-08-at-11-13-14 screen-shot-2019-08-08-at-11-13-34
c

Categories
Berita Berita Presiden

Ibu Negara Sosialisasi Bahaya Narkoba Lewat Kuis

BATAM- Dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Kepulauan Riau, Rabu, 7 Agustus 2019, Ibu Negara Iriana Joko Widodo meninjau langsung Sosialisasi Bahaya Narkoba, Hoaks, Perundungan, dan Pornografi kepada para pelajar, di Gelanggang Olah Raga (GOR) Indoor Tumenggung. Ibu Negara pun melakukannya dengan cara unik, yaitu lewat kuis berhadiah.
“Tadi sudah diberi sosialisasi bahaya narkoba ya? Bahaya narkoba itu bagaimana?” tanya Ibu Iriana kepada seorang siswa yang maju menjawab kuis.
“Sangat bahaya, bisa merusak otak, masa depan jadi tidak cerah, dapat menyebabkan kegilaan, dan dapat merusak kejasmanian,” jawab siswa bernama Muhammad Rasyid Irawan itu.
Atas jawabannya tersebut, siswa kelas XI SMK itu pun mendapat ganjaran hadiah berupa sepeda. Tak sampai di situ, kuis berlanjut. Kali ini giliran Ibu Mufidah Jusuf Kalla yang melontarkan pertanyaan sekaligus memberikan hadiah berupa laptop kepada siswa yang berhasil menjawab.
ibu-iriana-di-batam-35
Setelahnya, giliran Ibu Nora Tristyana Ryamizard yang memberikan pertanyaan kuis seputar bahaya narkoba. “Ibu minta tolong siapa yang bisa menjelaskan narkoba itu apa? Singkat jelas. SMP satu, SMA satu ya,” ujarnya.
Para siswa dengan antusias pun langsung berebut untuk dipilih menjawab pertanyaan. Seorang siswi yang dipilih kemudian menjawab pertanyaan tersebut dengan lugas.
“Narkoba itu zat-zat atau obat yang dapat merusak syaraf otak maupun tubuh lain. Walaupun narkoba bisa membantu, tapi kita tak bisa menggunakan lebih dari yang seharusnya kita gunakan. Narkoba itu zat-zat yang enggak boleh kita salah gunakan,” jawabnya.
Tak mau kalah, siswa yang turut maju menjawab dengan lebih lengkap.
“Pertama, narkotika. Menurut Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik yang sintesis maupun semi-sintesis yang bisa menyebabkan kehilangan atau kekurangan kesadaran, menghilangkan rasa nyeri, dan mengakibatkan ketergantungan,” jawabnya.
ibu-iriana-di-batam-48
“Jawabannya benar dan undang-undangnya juga tadi sudah pas yang disampaikan. Benar jawabannya,” kata seorang juri yang sebelumnya menyampaikan materi dalam sosialisasi tersebut.
Atas jawabannya tersebut, kedua pelajar tingkat itu pun diberi hadiah yang kemudian disambut riuh seisi GOR.

Categories
Berita Berita Presiden

Ibu Negara Terjun Bersama Masyarakat Tanam Mangrove di Batam

BATAM- Ibu Negara Iriana Joko Widodo beserta Ibu Mufidah Jusuf Kalla menanam mangrove di Pancur Pelabuhan, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, pada Rabu, 7 Agustus 2019. Para istri menteri Kabinet Kerja yang tergabung dalam Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE-KK) dan Menteri Lingkungan Hidup Siti Nurbaya Bakar turut mendampingi keduanya.
Tiba di Pancur Pelabuhan sekitar pukul 10.17 WIB, Ibu Iriana dan rombongan terlebih dahulu meninjau pameran produk mangrove. Dalam sambutannya, Ibu Iriana mengaku sangat senang bisa hadir untuk menanam mangrove bersama dengan masyarakat setempat.
“Kita menanam mangrove pastinya tidak asal menanam saja. Saya sama ibu-ibu di sini menanam dengan hati, dengan cinta. Makanya nanti insyaallah mangrove akan berkembang dengan baik,” kata Ibu Iriana mengawali sambutannya.
Kegiatan menanam mangrove ini bukan pertama kalinya dilakukan oleh Ibu Iriana. Menurutnya, ia sudah mengunjungi 34 provinsi dan menanam lebih dari 170 ribu batang pohon mangrove.
ibu-iriana-di-batam-26
“Tidak hanya menanam saja, nanti saya ikuti dengan ibu-ibu menteri ini dan juga ibu istri menteri mengikuti sampai di mana tanaman itu. Karena nanti kalau tidak diikuti, mungkin hanyut, kering, dibiarkan saja. Tapi saya dengan ibu-ibu OASE ini masih mengikuti sama dengan ibu Menteri Lingkungan Hidup,” ujarnya.
Pada saat mendampingi Presiden Joko Widodo menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Osaka, Jepang, 29 Juni 2019 lalu, Ibu Iriana menghadiri simposium bersama para istri pemimpin dunia lainnya. Dalam simposium bertema “Oceans – A Precious Resource for Our Lives” itu, ia juga berbicara mengenai kegiatan menanam mangrove yang rutin dilakukannya.
“Saya juga sedikit memberi masukan bahwa kita menanam mangrove tidak hanya menyuruh saja, tapi kita langsung terjun bersama masyarakat dan pastinya kementerian yang terkait,” imbuhnya.
Mengutip siaran pers Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), suatu ekosistem mangrove berperan dalam menjaga keseimbangan lingkungan pantai, pelindung erosi dan abrasi air laut, serta penyangga dan pencegah intrusi air laut. Selain itu, juga berfungsi sebagai tempat berlindung atau berkembangbiaknya berbagai jenis fauna dan biota laut, sumber pendapatan masyarakat seperti pemanfaatan kayu dan nonkayu, serta ekowisata.
ibu-iriana-di-batam-25
Menurut KLHK, tanaman mangrove selebar sekitar 100 meter dengan ketinggian akar 30-100 centimeter mampu mereduksi besarnya gelombang tsunami hingga 90 persen. Mangrove juga memiliki kemampuan menyerap emisi gas rumah kaca (GRK) 5 kali lebih baik dari tanaman hutan lainnya.
Tidak hanya menanam mangrove, pada acara ini Ibu Iriana juga membagikan bantuan bibit buah-buahan untuk masyarakat sekitar. Selain itu, ada juga pertunjukan kolaborasi Akar Bhumi Indonesia yang membawakan drama bertema lingkungan. Di penghujung acara, Ibu Iriana dan Ibu Mufidah mendapatkan lukisan sketsa dari seorang pelukis.
Sebelum menanam mangrove, Ibu Iriana beserta rombongan terlebih dahulu mengunjungi TK Negeri Pembina 2, Kota Batam. Saat tiba di TK sekitar pukul 09.19 WIB, Ibu Iriana disambut oleh para siswa dengan antusias. Perwakilan siswa TK kemudian menyerahkan bunga tangan kepada Ibu Iriana dan Ibu Mufidah.
Ibu Iriana beserta rombongan kemudian memberikan sosialisasi mengenai biopori. Ibu Iriana memindahkan langsung tanaman dari pot menuju lubang biopori. Tak hanya itu, Ibu Iriana kemudian memberikan sosialisasi mengenai pentingnya mencuci tangan bagi kesehatan.

Categories
Berita Berita Presiden

Presiden Jokowi Terima Surat Kepercayaan 12 Duta Besar Negara Sahabat

JAKARTA- Presiden Joko Widodo menerima surat kepercayaan dari 12 duta besar luar biasa dan berkuasa penuh (LBBP) dari negara sahabat baik yang berkedudukan di dalam maupun luar Indonesia pada Rabu, 7 Agustus 2019. Penyerahan surat kepercayaan tersebut digelar di ruang kredensial, Istana Merdeka, Jakarta, sekira pukul 09.00 WIB.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 10 orang di antaranya berkedudukan di Jakarta, sementara 2 orang lainnya berkedudukan di luar Indonesia. Penyerahan surat kepercayaan tersebut menandai dimulainya penugasan resmi dari para duta besar tersebut di Indonesia. Adapun keduabelas duta besar negara sahabat yang diterima Presiden Joko Widodo ialah:

  1. Mahmut Erol Kiliç, Duta Besar LBBP Republik Turki untuk Republik Indonesia;
  1. Jonathan Edward Austin, Duta Besar LBBP Selandia Baru untuk Republik Indonesia;
  1. Nebojša Koharović, Duta Besar LBBP Republik Kroasia untuk Republik Indonesia;
  1. Zainal Abidin bin Bakar, Duta Besar LBBP Malaysia untuk Republik Indonesia;
  1. Owen John Jenkins, Duta Besar LBBP Perserikatan Kerajaan Britania Raya dan Irlandia Utara untuk Republik Indonesia;
  1. Yasoja Gunasakera, Duta Besar LBBP Republik Sosialis Demokratik Sri Lanka untuk Republik Indonesia;
  1. Petar Dimitrov Andonov, Duta Besar LBBP Republik Bulgaria untuk Republik Indonesia;
  1. Daniyar Sarekenov, Duta Besar LBBP Republik Kazakhstan untuk Republik Indonesia;
  1. Faizullah Zaki, Duta Besar LBBP Republik Islam Afghanistan untuk Republik Indonesia;
  1. Belmiro José Malate, Duta Besar LBBP Republik Mozambique untuk Republik Indonesia;
  1. Mlondi Solomon Dlamini, Duta Besar LBBP Kerajaan Eswatini, berkedudukan di Kuala Lumpur, Malaysia;
  1. Kasse, Duta Besar LBBP Republik Mali, berkedudukan di New Delhi, India.

Penyerahan surat kepercayaan duta besar negara sahabat tersebut dimulai dengan seremonial upacara penyambutan di halaman depan Istana Merdeka. Satu per satu lagu kebangsaan negara sahabat diperdengarkan secara bergantian.
presiden-jokowi-terima-surat-kepercayaan-12-duta-besar-negara-sahabat-39
Selanjutnya, secara bertahap para duta besar menuju ruang tunggu Istana Merdeka untuk mengisi buku tamu sebelum menuju ruang kredensial dan menyerahkan surat kepercayaan kepada Presiden Joko Widodo. Acara dilanjutkan dengan veranda talk antara Presiden Jokowi dan para duta besar tersebut. Veranda talk yang dilakukan bersama dengan duta besar negara sahabat tersebut menandakan komitmen pemerintah Indonesia untuk menjalin persahabatan antara kedua negara.
Dalam acara penyerahan surat-surat kepercayaan duta besar negara sahabat kali ini, Presiden Joko Widodo didampingi oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Categories
Berita Berita Presiden

Ibu Negara Akan Tanam Mangrove hingga Sosialisasi Bahaya Narkoba di Batam

JAKARTA- Ibu Negara Iriana Joko Widodo beserta Ibu Mufidah Jusuf Kalla pada pagi ini, Rabu, 7 Agustus 2019, bertolak menuju Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, guna melakukan kunjungan kerja. Sekitar pukul 07.05 WIB, Ibu Iriana dan rombongan lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, dengan menggunakan pesawat khusus Boeing 737-400 TNI AU.
Dalam penerbangan tersebut, keduanya turut didampingi oleh sejumlah istri menteri Kabinet Kerja yang tergabung dalam Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE-KK).
Sekitar pukul 08.37 WIB, pesawat yang membawa Ibu Iriana dan rombongan mendarat di Bandar Udara Internasional Hang Nadim, Kota Batam. Kedatangan Ibu Iriana ini disambut langsung oleh Plt. Gubernur Kepulauan Riau Isdianto beserta Ibu Rosmery Isdianto, Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI M. Sabrar Fadhilah beserta istri, dan Kapolda Kepulauan Riau Irjen Pol. Andap Budhi Revianto beserta istri.
ibu-negara-akan-tanam-mangrove-hingga-sosialisasi-bahaya-narkoba-di-batam-5
TK Negeri Pembina 2 Kota Batam akan menjadi tujuan pertama kunjungan kerja Ibu Iriana kali ini. Di tempat itu, Ibu Iriana akan melakukan berbagai kegiatan seperti membagikan bibit tanaman, sosialisasi biopori, hingga sosialisasi pentingnya cuci tangan untuk kesehatan.
Setelahnya, Ibu Iriana dan rombongan akan menuju Pancur Pelabuhan, Kota Batam untuk melakukan penanaman mangrove. Selain itu, Ibu Iriana juga akan meninjau pameran produk mangrove serta menyerahkan bibit produktif dan bibit mangrove kepada perwakilan kelompok tani dan perwakilan organisasi.
Pada siang harinya, Ibu Iriana dan rombongan diagendakan untuk melakukan sosialisasi bahaya narkoba, hoaks, perundungan, dan pornografi di GOR Indoor Tumenggung, Kota Batam, kepada pelajar setempat. Setelah itu, Ibu Iriana dan rombongan akan menuju Bandar Udara Internasional Hang Nadim, Kota Batam, untuk kemudian lepas landas kembali ke Jakarta.