Categories
Berita Gugus Tugas

Optimisme Penanganan Covid-19 Lewat Donasi Alat Medis

JAKARTA—Wabah Covid-19 cepat bisa dituntaskan dengan optimism yang dibangun sejumlah pihak, termasuk lewat donasi alat medis. Ajakan membangun optimisme disampaikan Kepala Staf Kepresidenan RI Dr. Moeldoko saat menyerahkan bantuan perlengkapan medis kepada RS Darurat Covid-19 di Wisma Atlet Jakarta, Senin (27/4/2020). Bantuan tersebut diterima langsung oleh Pangdam Jaya, Mayjen TNI Eko Margiyono. “Saya mengucapkan terima kasih kepada para donatur,” ujar DR. Moeldoko.

Adapun bantuan alat medis tersebut di antaranya 5 unit USG Paru, 5 unit ventilator kecil, 13.000 masker medis, 4.000 sarung tangan medis, 1.000 buah kacamata medis, 3.600 alkohol swab dan 5.000 sachet susu kambing etawa. KSP mendapatkan bantuan dari para donatur. Diantaranya PT ASR, PT Ariesta, PT Yili dan pengusaha Rudy Tanoesoedibjo.

Moeldoko juga mengapresiasi kinerja pada para TNI yang bertugas di Wisma Atlet. Tugas ini menurutnya adalah tugas yang tidak mudah. “Covid-19 merupakan ancaman nir-militer yang butuh penyelesaian secara menyeluruh,” papar Moeldoko.

Menurutnya, pemerintah melakukan tiga kebijakan penting. Pertama, masyarakat harus hidup maka masalah Covid-19 ini harus tuntas. Kedua. Pendekatan Jaring Pengaman Sosal (JPS) juga terus diupayakan implementasinya. Ketiga, adalah  Jaringan Berusaha sehingga UMKM bisa tetap beroperasi, misalnya dengan stimulus pajak.

Moeldoko juga menyampaikan bahwa pemerintah juga terus memonitor perkembangan kebijakan PSBB. Berdasarkan hasil Rapat Terbatas pada Senin (27/4) tentang Evaluasi Pelaksanaan PSBB, perkembangan di DKI menunjukan kecenderungan positif atau membaik.

“Hasil evaluasi menunjukkan landai karena ada kesadaran yang besar dari masyarakat untuk menjaga jarak, tidak berkerumun, menggunakan masker dan kerja semua pihak. Gotong royong dan nilai-nilai kemanusiaan dibutuhkan untuk menghadapi Covid-19.”

Pemerintah juga sudah mendatangkan kembali sebanyak 49.000 PCR untuk mempercepat deteksi Covid-19.  “Kita harus melakukan tes rapid secara masif. Indonesia bisa memproduksi sendiri kebutuhan alat medis. Produksi ventilator dalam negeri bisa dapat secepatnya di verifikasi kemenkes untuk segera dapat digunakan,” papar Moeldoko.

Pada kesempatan yang sama, Laksamana Madya TNI Yudo Margono selaku Pangkogasgabpad mengucapkan terima kasih atas bantuan dari KSP yang sangat mendukung proses penanganan Covid-19 di RS Darurat Wisma Atlet.

Laksamana Madya TNI Yudo Margono menyampaikan data pasien RSDC Wisma Atlet terhitung 23 Maret sampai 26 April 2020.  Pasien positif Covid-19 sejumlah 723, PDP 56, dan ODP 58. Maka total yang menjalani rawat inap sebanyak 837 orang. Sedangkan, pasien yang tidak rawat inap sejumlah 166 orang. Sementara itu, jumlah pasien yang sudah boleh pulang dari RSDC Wisma Atlet sejak 23 Maret – 26 April sebanyak 625 orang. RSDC Wisma Atlet hanya menerima pasien kategori ringan dan sedang.  Saat ini, ada 4 tower yang dioperasikan untuk penanganan Covid-19 di Wisma Atlet. Tower 7 Wisma Atlet kini sudah dioperasikan untuk pasien, sedang  Tower 4 dan 5 sedang dalam masa persiapan untuk perawatan pasien. Tower 6 akan disiapkan untuk gawat darurat atau ICU.