Categories
Berita Berita Presiden

Momen Hangat Presiden Prabowo dan Prajurit Penjaga Ujung Utara Indonesia di Miangas

Dalam perjalanan menuju lokasi peninjauan di Kecamatan Khusus Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, pada Sabtu, 9 Mei 2026, mobil Presiden Prabowo Subianto tiba-tiba berhenti di Pos Angkatan Darat (Posad) Miangas. Persinggahan tersebut tidak termasuk dalam agenda resmi Presiden, tetapi dilakukan secara spontan saat iring-iringan kendaraan melintas di depan pos penjagaan tersebut.

Saat mobil Presiden melintas, dua prajurit yang tengah berjaga berdiri tegak memberikan salam kehormatan. Melihat hal tersebut, Presiden Prabowo menginstruksikan kendaraan berhenti. Kepala Negara kemudian turun dari mobil dan langsung menghampiri dan menyapa kedua prajurit.

Momen sederhana tersebut berlangsung hangat dan penuh keakraban. Dua prajurit yang bertugas di Posad Miangas yakni Sersan Dua Alan Mandibo dari Yonsipur 19 dan Praka Armoko dari Korem 131. Keduanya telah menjalankan tugas selama 11 bulan di Miangas untuk menjaga wilayah terdepan Indonesia.

“Rasanya berbincang langsung dengan Bapak, kami merasa suatu kebanggaan buat kami tersendiri sebagai prajurit. Karena ini pertama kali kami bertemu dengan Bapak secara langsung dengan menyapa dan terus bersalaman serta berbincang-berbincang sedikit dan juga menunjukkan barak atau pos kami,” ucapnya.

Dalam perbincangan tersebut, Presiden Prabowo turut menanyakan berbagai hal terkait kehidupan prajurit di Miangas, termasuk kebutuhan air bersih. “Yang ditanyakan oleh Bapak Presiden yaitu mengenai sumber air kami, yaitu untuk kebutuhan sehari-hari kami buat masak dan juga untuk mandi dan mencuci. Kami menjawab, kami punya sumur dan sumurnya bersih,” tuturnya.

Selain itu, Presiden juga menanyakan lama masa penugasan hingga kondisi keluarga para prajurit. Bagi Alan dan Armoko, perhatian tersebut meninggalkan kesan tersendiri. Mereka menilai Presiden Prabowo sebagai sosok yang tegas, tetapi dekat dengan prajurit di lapangan.

“Kalau menurut saya, Bapak orangnya tegas, terus perhatian sama anggota. Dan juga menurut saya, Bapak, orangnya sangat peduli sehingga tadi pertama datang langsung singgah dan menuju pos kami,” katanya.

Kedua prajurit itu pun mengaku tidak menyangka dapat bertatap muka langsung dengan Presiden di lokasi penugasan mereka yang berada di ujung utara Indonesia. “Kami tidak menyangka, sama sekali tidak menyangka dapat bertatap muka langsung dengan Bapak Presiden,” tandasnya.

(BPMI Setpres)

Categories
Berita Berita Presiden

Berdiri di Ujung Utara Indonesia, Presiden Prabowo Pastikan Kehadiran Negara Hingga Titik Terdepan

Pesawat yang membawa Presiden Prabowo Subianto tiba di Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara, pada Jumat, 9 Mei 2026 sekitar pukul 10.45 WITA, dalam rangka meninjau langsung wilayah terdepan Indonesia. Kehadiran Kepala Negara di pulau paling utara Indonesia tersebut menjadi simbol nyata komitmen pemerintah dalam memastikan bahwa negara hadir hingga ke titik terluar Indonesia.

Kunjungan Presiden ke Miangas juga turut memastikan adanya pembangunan yang merata hingga ke wilayah perbatasan negara. Di Miangas, Presiden akan meninjau beberapa fasilitas publik dan infrastruktur pendukung masyarakat. Selain itu, Presiden juga akan berdialog dengan warga guna menyerap aspirasi masyarakat terkait pembangunan dan pelayanan dasar di wilayah kepulauan terluar.

Miangas bukan sekadar wilayah geografis paling utara Indonesia, melainkan beranda depan negara yang memiliki arti strategis bagi kedaulatan negara. Pemerintah juga terus berupaya menghadirkan pembangunan yang inklusif dan adil bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali.

Kunjungan Presiden Prabowo ke Miangas turut membawa pesan kuat mengenai pentingnya menjaga persatuan dan kedaulatan bangsa di tengah dinamika kawasan. Kehadiran Presiden di wilayah terdepan itu sekaligus menjadi penyemangat bagi masyarakat perbatasan yang merupakan garda terdepan penjaga kedaulatan negara.

Dengan berdiri langsung di tanah Miangas, Presiden Prabowo menunjukkan bahwa perhatian negara tidak hanya terpusat di kota-kota besar, tetapi juga menjangkau pulau-pulau kecil yang menjadi penanda batas Indonesia di ujung utara. Dari Miangas, pesan tentang Indonesia yang utuh dan hadir bagi seluruh rakyat kembali digaungkan dengan kuat oleh Presiden Prabowo.

Sebelumnya, pesawat yang membawa Presiden Prabowo lepas landas dari Cebu, Filipina pukul 09.40 Waktu Setempat, usai menghadiri sejumlah rangkaian kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN.

(BPMI Setpres)

Categories
Berita Berita Presiden

Di Tengah Ketidakpastian Global, Presiden Prabowo Hadiri Retreat KTT ASEAN ke-48 Bahas Ketahanan dan Masa Depan Kawasan

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri sesi Retreat dalam rangka Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN yang digelar di Shangri-La Mactan, Cebu, Filipina, pada Jumat, 8 Mei 2026. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kebersamaan di antara para pemimpin negara Asia Tenggara.

Setibanya di lokasi acara, Presiden Prabowo disambut langsung oleh Presiden Filipina, Ferdinand Romualdez Marcos Jr., selaku tuan rumah penyelenggaraan KTT ke-48 ASEAN. Setelahnya, Presiden Prabowo bersama seluruh pemimpin negara ASEAN diarahkan menuju Platform Ocean Pavilion untuk mengikuti sesi foto bersama.

Para pemimpin ASEAN tampak berdiri berdampingan, mencerminkan solidaritas dan komitmen bersama dalam menjaga persatuan kawasan di tengah dinamika global yang terus berkembang. Presiden Prabowo tampak berdiri di antara Sultan Brunei Darussalam, Hassanal Bolkiah Mu’izzaddin Waddaulah, dan Perdana Menteri Kamboja, Hun Manet.

Setelah sesi foto bersama selesai, seluruh pemimpin negara ASEAN kemudian menuju tempat duduk masing-masing untuk mengikuti sesi retreat. Dalam pidato pembukanya, Presiden Marcos Jr. menyoroti kondisi dunia yang tengah berada dalam situasi penuh ketidakpastian dan menegaskan bahwa konflik serta dinamika global saat ini memiliki dampak langsung terhadap negara-negara ASEAN.

“Kita berkumpul di saat ketidakpastian, saat peristiwa yang terjadi jauh di luar wilayah kita, mengingatkan kita sekali lagi betapa eratnya keterkaitan kita. Baik jarak maupun kemitraan saja tidak dapat mengisolasi suatu negara dari dampak konflik yang terjadi di belahan dunia lain,” ujar Presiden Marcos Jr.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Marcos Jr. turut memperkenalkan kerangka LEAD, SAIL, dan RISE sebagai strategi terintegrasi ASEAN untuk memperkuat tiga pilar utama komunitas ASEAN. LEAD difokuskan pada penguatan komunitas politik dan keamanan yang berbasis aturan, SAIL untuk mendorong ekonomi yang terintegrasi dan inovatif, sementara RISE diarahkan untuk memperkuat komunitas sosial budaya yang inklusif dan berpusat pada masyarakat.

“Bersama-sama, kerangka kerja ini menerjemahkan visi jangka panjang ASEAN ke dalam tindakan yang saling memperkuat dalam hal perdamaian, kemakmuran, dan pemberdayaan masyarakat,” ucap Presiden Marcos Jr.

Kehadiran Presiden Prabowo dalam sesi retreat ini menegaskan komitmen Indonesia untuk terus berperan aktif memperkuat soliditas ASEAN sebagai jangkar stabilitas, perdamaian, dan pertumbuhan ekonomi kawasan di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

(BPMI Setpres)

Categories
Berita Berita Presiden

Di KTT Ke-48 ASEAN, Presiden Prabowo Tegaskan Pentingnya Penguatan Ketahanan Pangan Kawasan

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menekankan pentingnya penguatan ketahanan pangan kawasan sebagai upaya bersama ASEAN menghadapi tantangan global. Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN yang digelar di Mactan Expo, Cebu, Filipina, Jumat, 8 Mei 2026.

“Kita harus ingat bahwa wilayah kita memiliki jalur perdagangan strategis yang melewati perairan kita, dan kita harus berhati-hati agar tidak terjadi gangguan di wilayah kita sendiri,” ucap Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo mengingatkan adanya ancaman El Nino ekstrem yang telah diperingatkan berbagai organisasi internasional dan dapat berdampak pada ketahanan pangan kawasan. Dalam kondisi tersebut, Presiden Prabowo menilai penguatan ketahanan pangan ASEAN menjadi makin mendesak.

“Kita telah diperingatkan oleh organisasi internasional tentang risiko El Niño yang sangat ekstrem yang mengintai di depan kita. Dalam hal ini, ketahanan pangan menjadi semakin mendesak,” tuturnya.

Menurut Presiden Prabowo, tantangan pangan tidak dapat ditangani sendiri oleh masing-masing negara sehingga membutuhkan kerja sama dan koordinasi yang lebih kuat di tingkat kawasan. Presiden Prabowo juga mendorong penguatan pertukaran informasi, diversifikasi pangan, pengembangan teknologi pertanian, serta optimalisasi cadangan pangan regional ASEAN.

“Ini bukan tantangan yang bisa ditangani oleh satu negara saja. ASEAN harus bertindak bersama. Hal ini juga membutuhkan penyederhanaan ASEAN Plus Three Cadangan Beras Darurat. Kita harus memajukan Cadangan Pangan Berbasis Cadangan Lokal kita,” ucap Presiden Prabowo.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo turut menegaskan bahwa ketahanan pangan membutuhkan kepemimpinan dan campur tangan aktif pemerintah. Pemerintah Indonesia, lanjut Presiden Prabowo, berkomitmen mengambil tanggung jawab penuh dalam menjaga kedaulatan pangan nasional demi menjaga kesejahteraan masyarakat dan stabilitas negara.

“Bagi kami, ini adalah tanggung jawab utama pemerintah, dan Pemerintah Indonesia bertekad untuk memikul tanggung jawab penuh dan kedaulatan penuh atas sektor vital ini. Tanpa pangan, pada dasarnya tidak ada masyarakat. Tanpa pangan, tidak ada kemerdekaan. Tanpa pangan, tidak ada perdamaian,” tandas Presiden Prabowo.

(BPMI Setpres)

Categories
Berita Berita Presiden

Presiden Prabowo Dorong ASEAN Percepat Diversifikasi Energi di Tengah Krisis Global

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mendorong negara-negara ASEAN untuk mempercepat diversifikasi energi di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Mactan Expo, Cebu, Filipina, pada Jumat, 8 Mei 2026.

Dalam pernyataannya, Presiden Prabowo menyoroti bahwa ketegangan geopolitik dan gangguan berkepanjangan pada jalur-jalur utama global telah memberikan tekanan besar terhadap situasi energi di banyak negara, termasuk di kawasan ASEAN.

“Gangguan berkepanjangan di sepanjang jalur global utama sudah memberikan tekanan yang sangat tinggi pada situasi energi negara kita dan tekanan itu tampaknya tidak akan mereda dalam waktu dekat,” ujar Presiden.

Presiden menegaskan bahwa ASEAN harus bersiap menghadapi potensi gangguan jangka panjang. Menurutnya, ketahanan energi kawasan tidak dapat dibangun secara reaktif, tetapi harus dipersiapkan secara proaktif melalui pendekatan yang jelas dan berorientasi ke depan.

“ASEAN harus siap menghadapi gangguan jangka panjang. Ketahanan kita harus dibangun secara proaktif dengan pendekatan yang jelas dan berorientasi ke masa depan,” tegasnya.

Kepala Negara juga mengingatkan bahwa diversifikasi energi kini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak. Negara-negara ASEAN, menurut Presiden, perlu bergerak lebih cepat dalam mencari sumber energi alternatif, memperluas energi terbarukan, serta memperkuat kesiapan menghadapi berbagai skenario global.

“Diversifikasi energi bukan lagi pilihan. Ini sangat penting, ini perlu. Kita harus bergerak lebih cepat. Kita harus melalui sumber alternatif dan kita harus mempersiapkan energi terbarukan,” lanjut Presiden.

Dalam forum tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia telah mengambil langkah konkret untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Upaya tersebut antara lain dilakukan melalui pengembangan sumber energi alternatif dan terbarukan, pemanfaatan bioenergi, peningkatan penggunaan kendaraan listrik, serta pembangunan program tenaga surya berskala besar.

“Kita sedang mengembangkan alternatif, energi terbarukan, menggunakan bioenergi, juga meningkatkan penggunaan kendaraan listrik, dan kita sedang membangun program energi surya 100 gigawatt yang sangat ambisius yang ingin kita selesaikan dalam tiga tahun,” paparnya.

Melalui langkah tersebut, Indonesia menegaskan komitmennya untuk turut memperkuat ketahanan energi kawasan sekaligus mendukung transisi menuju sistem energi yang lebih bersih, mandiri, dan berkelanjutan. Presiden pun mengajak ASEAN untuk memperkuat kerja sama dalam membangun arsitektur energi kawasan yang lebih tangguh menghadapi dinamika global.

(BPMI Setpres)