Categories
Berita Berita Presiden

Presiden Prabowo Saksikan Pengucapan Sumpah Hakim Konstitusi dan Keanggotaan Ombudsman RI

Presiden Prabowo Subianto menyaksikan pengucapan sumpah Hakim Konstitusi, serta keanggotaan Ombudsman Republik Indonesia (RI) masa jabatan tahun 2026-2031 di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat, 10 April 2026. Dalam acara tersebut, Liliek Prisbawono Adi diangkat menjadi Hakim Konstitusi berdasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 36/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Hakim Konstitusi yang Diajukan oleh Mahkamah Agung.

Surat keputusan tersebut dibacakan secara langsung oleh Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kementerian Sekretariat Negara, Nanik Purwanti. Di hadapan Presiden, Liliek Prisbawono Adi pun mengucapkan sumpah sebagai Hakim Konstitusi.

“Saya bersumpah bahwa saya akan memenuhi kewajiban Hakim Konstitusi dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus lurusnya menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta berbakti kepada nusa dan bangsa,” ujar Liliek Prisbawono Adi.

Sementara itu, pengangkatan keanggotaan Ombudsman RI masa jabatan tahun 2026-2031 didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 20/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Keanggotaan Ombudsman Republik Indonesia.

Adapun nama-nama yang diangkat dalam keanggotaan Ombudsman RI masa jabatan tahun 2026-2031, yakni:

  1. Hery Susanto, sebagai Ketua merangkap anggota;
  2. Rahmadi Indra Tektona, sebagai Wakil Ketua merangkap anggota;
  3. Abdul Ghoffar, sebagai anggota;
  4. Fikri Yasin, sebagai anggota;
  5. Maneger Nasution, sebagai anggota;
  6. Nuzran Joher, sebagai anggota;
  7. Partono, sebagai anggota;
  8. Robertus Na Endi Jaweng, sebagai anggota; dan
  9. Syafrida Rachmawati Rasahan, sebagai anggota.

“Saya bersumpah akan memenuhi kewajiban saya sebagai Ketua Ombudsman/sebagai Wakil Ketua Ombudsman/sebagai anggota Ombudsman dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya. Saya bersumpah bahwa saya untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatan ini, tidak sekali-kali akan menerima langsung atau tidak langsung dari siapapun suatu janji atau pemberian,” ujar anggota Ombudsman RI yang dilantik mengucapkan penggalan sumpah jabatannya.

Setelah mengucapkan sumpah, Liliek Prisbawono Adi dan Ketua Ombudsman RI menandatangani berita acara pengucapan sumpah jabatan. Pelaksanaan pengucapan sumpah jabatan diakhiri dengan pemberian ucapan selamat oleh Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming yang kemudian diikuti oleh para tamu undangan yang hadir.

Turut hadir dalam acara pelantikan yakni para pimpinan lembaga tinggi negara, para menteri dan wakil menteri kabinet Merah Putih, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Jaksa Agung ST Burhanuddin.

(BPMI Setpres)

Categories
Berita Berita Presiden

Presiden Prabowo Subianto Tegaskan Indonesia Bangkit sebagai “Rising Giant” Dunia

Presiden Prabowo Subianto menegaskan optimisme kuat terhadap kebangkitan Indonesia sebagai kekuatan besar dunia atau “Rising Giant” saat meresmikan fasilitas perakitan kendaraan komersial listrik PT VKTR Sakti Industries di Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah, Kamis, 9 April 2026. Momentum ini disebut sebagai bagian dari fase kebangkitan nasional yang ditopang oleh kemandirian dan kekuatan sumber daya bangsa.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menekankan bahwa Indonesia memiliki fondasi yang sangat kuat untuk menghadapi tantangan global, terutama di sektor energi. Kepala Negara menilai kekayaan sumber daya alam menjadi modal besar untuk melangkah dengan optimisme di tengah ketidakpastian dunia.

“Kita harus waspada, tapi kita optimis, kita akan menghadapi tantangan beberapa bulan yang akan datang, tapi kita punya resources, kita punya sumber-sumber yang sangat kuat, sangat banyak, walaupun bagaimana kita harus hemat energi, walaupun bagaimana kita harus sekarang menuju energi yang bersih, energi terbarukan,” ujar Presiden.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa kemandirian pangan dan energi merupakan syarat mutlak bagi Indonesia untuk bertahan dan terus tumbuh sebagai bangsa besar.

“Negara yang sebesar kita kalau masih mau merdeka, kalau masih mau survive, bertahan hidup, mau tidak mau kita harus mandiri di bidang-bidang yang paling menentukan, yaitu di antaranya yang paling utama tentu pangan, habis itu energi,” tegas Presiden.

Presiden Prabowo turut menyampaikan pesan optimisme kepada masyarakat, khususnya generasi muda, bahwa masa depan Indonesia sangat cerah dan penuh harapan. Presiden menegaskan bahwa pandangan pesimistis tidak mencerminkan realitas kekuatan bangsa saat ini.

“Indonesia tidak gelap, Indonesia sangat cerah, kita sangat kuat, makin kuat, pertumbuhan kita baik. Untuk anak-anak muda, masa depan kita cerah,” ungkap Presiden.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tengah memasuki era kebangkitan besar dan tidak lagi menjadi “raksasa tidur”. Dengan keyakinan penuh, Kepala Negara menyampaikan pesan bahwa Indonesia kini bangkit dan siap menjadi kekuatan global yang diperhitungkan.

“Tahun depan kita akan bikin kejutan untuk seluruh dunia, Indonesia sedang bangkit. This giant is waking up, we will not be anymore the sleeping giant, we are rising,” pungkas Presiden.

Peresmian ini menjadi simbol kuat bahwa Indonesia tidak hanya bergerak maju, tetapi sedang berlari menuju posisi strategis di panggung dunia sebagai rising giant yang percaya diri, mandiri, dan siap memimpin masa depan.

(BPMI Setpres)

Categories
Berita Berita Presiden

Presiden Prabowo Tegaskan Arah Besar Kemandirian Energi, Indonesia Siap Transisi ke Energi Bersih

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk mewujudkan kemandirian energi nasional melalui percepatan transisi menuju energi bersih dan terbarukan. Hal tersebut disampaikan Presiden dalam sambutannya pada peresmian pabrik perakitan kendaraan komersial listrik PT VKTR Sakti Industries di Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah, Kamis, 9 April 2026.

Presiden menekankan bahwa energi merupakan salah satu sektor paling strategis bagi keberlangsungan sebuah negara, selain pangan. Oleh karena itu, Indonesia harus mampu mandiri agar tetap kuat dan berdaulat di tengah dinamika global.

“Negara yang sebesar kita kalau masih mau merdeka, kalau masih mau survive bertahan hidup, mau tidak mau kita harus mandiri dan energi adalah salah satu bidang yang sangat menentukan,” tegas Presiden.

Di tengah ketidakpastian global, Presiden menyampaikan optimisme bahwa Indonesia memiliki sumber daya energi yang melimpah. Namun demikian, pengelolaan energi harus dilakukan secara bijak dengan tetap mengedepankan efisiensi dan keberlanjutan.

Sebagai bagian dari strategi tersebut, Presiden Prabowo menegaskan arah kebijakan nasional untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil dan beralih ke energi berbasis listrik serta energi terbarukan.

“Salah satu langkah adalah akan menggunakan listrik, listrikifikasi. Memakai listrik untuk tidak lagi memakai terlalu banyak BBM dari fosil, dari karbon,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga mengumumkan rencana pembangunan kapasitas listrik nasional hingga 100 gigawatt dalam waktu relatif singkat. Program ini akan diiringi dengan penghentian bertahap pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang selama ini masih digunakan.

“Dari menutup itu, kita akan menghemat 200 ribu barrel sehari. Kita masih perlu impor, sekarang ini 1 juta barrel sehari. Dengan kita tutup PLTD, kita menghemat langsung 20 persen,” jelas Presiden.

Lebih lanjut, Presiden menyampaikan bahwa melalui langkah-langkah tersebut, Indonesia berpotensi secara signifikan mengurangi bahkan menghentikan impor bahan bakar minyak dalam beberapa tahun ke depan.

Selain itu, pemerintah juga terus mendorong pengembangan energi alternatif berbasis sumber daya domestik, termasuk pemanfaatan kelapa sawit dan limbah minyak goreng untuk produksi bahan bakar ramah lingkungan seperti avtur.

Dengan berbagai langkah strategis tersebut, Presiden Prabowo optimistis Indonesia mampu mencapai kemandirian energi sekaligus memperkuat ketahanan nasional di tengah tantangan global.

“Kita punya kekuatan besar, kita benar sungguh-sungguh, kita akan mandiri, kita akan kuat, kita akan berdiri di atas kaki kita sendiri,” pungkasnya.

Peresmian ini menjadi lebih dari sekadar agenda industri, ini adalah deklarasi arah masa depan Indonesia menuju kedaulatan energi, ekonomi hijau, dan ketahanan nasional yang kokoh.

(BPMI Setpres)

Categories
Berita Berita Presiden

Presiden Prabowo Bangga Lompatan Industri Kendaraan Listrik Nasional, Targetkan Sedan Massal 2028

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan optimisme dan kebanggaan atas kemajuan industri kendaraan listrik nasional, khususnya dalam kemampuan produksi bus dan truk listrik di dalam negeri. Kepala Negara menilai capaian tersebut sebagai langkah strategis dalam memperkuat kemandirian industri otomotif nasional berbasis energi bersih.

“Hari ini saya sangat gembira, saya sangat bangga kita sekarang di Indonesia punya kemampuan untuk produksi bus dan truk dari listrik. Ini sangat-sangat penting dan memang rencana kita, saya berharap di tahun 2028 kita akan produksi secara besar-besaran mobil sedan dari listrik,” ujar Presiden dalam sambutannya pada peresmian fasilitas perakitan kendaraan komersial listrik milik PT VKTR Sakti Industries di Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah, Kamis, 9 April 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden turut menyoroti peningkatan kapasitas produksi industri dalam negeri dengan kemampuan produksi PT VKTR Sakti Industries mencapai 10 ribu unit. Kepala Negara menambahkan bahwa tingkat komponen dalam negeri (TKDN) saat ini telah mencapai 40 persen.

“Dalam waktu sebentar lagi mungkin dua tahun lagi akan menuju 60 persen, dua tahun setelah itu akan menuju 80 persen,” tambahnya.

Presiden pun mengapresiasi dukungan berbagai pihak seperti pemerintah daerah Jawa Tengah dan DKI Jakarta dalam mendorong penggunaan produk dalam negeri. Kepala Negara berharap langkah tersebut turut diikuti oleh pemerintah daerah lainnya.

“Kita harapkan dari pemprov lain juga akan berpihak dan membeli produk bangsa kita sendiri di seluruh Tanah Air,” katanya.

Lebih lanjut, Presiden mengungkapkan bahwa pemerintah tengah membentuk perusahaan untuk memproduksi sedan listrik sebagai bagian dari penguatan ekosistem kendaraan listrik nasional. Presiden Prabowo berharap industri kendaraan listrik nasional mampu melahirkan perusahaan-perusahaan unggulan yang dapat bersaing di tingkat global.

Dengan fondasi industri yang semakin kuat, dukungan kebijakan yang konsisten, serta kolaborasi antara pemerintah dan swasta, Indonesia diarahkan untuk tidak hanya menjadi pemain, tetapi pemimpin dalam industri kendaraan listrik global.

Peresmian ini menjadi simbol kebangkitan industri nasional bahwa Indonesia mampu berdiri di atas kaki sendiri, menguasai teknologi, dan menghadirkan solusi masa depan yang bersih, efisien, serta berdaya saing tinggi di panggung dunia.

(BPMI Setpres)

Categories
Berita Berita Presiden

Presiden Prabowo: Peresmian Pabrik Kendaraan Listrik VKTR Jadi Tonggak Industrialisasi Nasional

Presiden Prabowo Subianto meresmikan fasilitas perakitan kendaraan komersial listrik milik PT VKTR Sakti Industries di Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah, Kamis, 9 April 2026. Peresmian ini menjadi momentum penting dalam mendorong industrialisasi nasional berbasis teknologi dan energi bersih.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan konsistensi sektor swasta nasional dalam mengambil peran strategis dalam pembangunan industri. Kepala Negara secara khusus mengapresiasi langkah yang diambil oleh Komisaris Utama VKTR, Anindya Novyan Bakrie, beserta kelompok usahanya yang dinilai memiliki visi kuat dalam mendukung transformasi bangsa.

“Saya sangat menyambut baik dan menghargai kegiatan ini, inisiatif yang telah diambil sejak berapa tahun oleh Saudara Anindya Bakrie beserta keluarga semuanya, kelompok usahanya,” ujar Presiden.

Presiden menegaskan bahwa industrialisasi merupakan tahapan penting dalam kebangkitan teknologi suatu bangsa. Menurutnya, penguasaan teknologi harus mampu diolah menjadi industri yang memberikan nilai tambah nyata bagi masyarakat dan negara.

“Industrialisasi adalah bagian akhir daripada suatu kebangkitan teknologi suatu bangsa. Teknologi harus diolah menjadi industri sehingga bermanfaat bagi suatu bangsa,” tegasnya.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo menekankan bahwa negara sebesar Indonesia harus mampu membangun kemandirian di sektor-sektor strategis, khususnya energi dan pangan. Dalam konteks tersebut, kehadiran industri kendaraan listrik dinilai sebagai langkah konkret menuju kemandirian energi sekaligus penguatan struktur industri nasional.

Presiden juga menyampaikan harapannya agar VKTR dapat berkembang menjadi salah satu national champion Indonesia di sektor otomotif, sejajar dengan perusahaan-perusahaan besar dunia.

“Kalau Jepang punya Isuzu, punya Hino, kalau Korea punya Hyundai, Daewoo, saya berharap berapa tahun lagi kita akan menganggap, melihat VKTR sebagai salah satu champion dari Indonesia,” ungkap Presiden.

Peresmian ini merupakan tekad Indonesia untuk naik kelas, dari pengguna teknologi menjadi produsen, dari pasar menjadi pemain utama. Langkah ini sekaligus mempertegas arah pembangunan nasional yang bertumpu pada hilirisasi, inovasi, dan kemandirian ekonomi.

(BPMI Setpres)