Jakarta – Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman, melakukan peninjauan lapangan terhadap pelaksanaan program prioritas nasional Cek Kesehatan Gratis (CKG) di SMP Negeri 122 dan SD Kapuk Muara 03, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (18/6) pagi. Kehadiran Kepala Staf Kepresidenan ini menegaskan komitmen kuat pemerintah dalam mengawal kesehatan generasi muda sejak dini demi menyongsong visi besar Indonesia Emas 2045.
Program Cek Kesehatan Gratis merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang diinisiasi oleh Presiden. Program ini dirancang untuk menyasar pemeriksaan menyeluruh bagi anak-anak sekolah, mulai dari tingkat SD, SMP, Madrasah, Pesantren, hingga SMA secara rutin setiap tahunnya. Pemerintah mematok target jangkauan program ini hingga 130 juta masyarakat per tahun.
Dalam pemantauan di lapangan, Kepala Staf Kepresidenan menekankan pentingnya deteksi dini masalah kesehatan pada usia muda. Menurutnya, langkah preventif ini sangat krusial agar jika ditemukan kendala pada tumbuh kembang atau kesehatan anak, intervensi medis dapat segera dilakukan sedini mungkin.
“Hari ini saya berkunjung ke SMP Negeri 122 dan SD Kapuk Muara 03 memantau program Cek Kesehatan Gratis, yang merupakan bagian dari PHTC yang merupakan program Bapak Presiden. Targetnya mencapai 130 juta orang per tahun, dan saat ini baru berjalan sekitar 30 persen. Banyak hal yang diperiksa, mulai dari tinggi badan, cek darah, mata, tensi, gigi, telinga, hingga konsultasi kesehatan. Melalui pemeriksaan berkala tiap tahun ini, kita berharap jika ada kendala kesehatan pada anak-anak kita bisa diantisipasi lebih awal dari usia muda, sehingga mereka siap menyongsong Indonesia Emas,” ujar Kastaf Dudung saat melakukan wawancara di lokasi kegiatan.
Giat peninjauan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB ini berlangsung semarak dan penuh khidmat. Kepala Staf Kepresidenan bersama jajaran Pemerintah Kota Jakarta Utara, pihak sekolah, serta ratusan siswa mengawali acara dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya bersama-sama di lapangan sekolah. Kemeriahan berlanjut dengan suguhan penampilan tari kreatif modern dari para siswa, serta sesi senam kebugaran bersama selama 20 menit yang diikuti oleh Kepala Staf Kepresidenan bersama guru, tenaga pendidik, dan seluruh tamu undangan.
Momen menyentuh terjadi saat Kepala Staf Kepresidenan memberikan pidato singkat tanpa teks di hadapan ratusan murid yang memadati lapangan. Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman membagikan kisah inspiratif masa remajanya yang tumbuh dalam keterbatasan ekonomi setelah kehilangan sosok ayah di usia yang sangat muda. Sebagai anak dari delapan bersaudara, beliau menceritakan perjuangannya membantu sang ibu berjualan kue, bahkan mengantarkan sendiri dagangan tersebut ke warung-warung sekolah terdekat, sebelum akhirnya berhasil menembus Akademi Militer dan sukses dalam karier keprajuritan.
Kepada para pelajar, Kastaf Dudung menitipkan tiga wejangan utama yang wajib dipegang teguh jika ingin berhasil hingga menjadi seorang jenderal kelak dewasa nanti. Pertama, wajib taat beribadah dan bertakwa kepada Allah SWT. Kedua, selalu menghormati orang tua, menyayangi, serta patuh pada setiap arahan Ibu. Ketiga, selalu berbuat baik kepada sesama manusia, dengan senantiasa menempatkan kepentingan orang di sekitar kita sebagai hal yang utama. Pesan mendalam yang disampaikan dengan penuh ketulusan tersebut disimak secara hening oleh seluruh siswa, dan disambut dengan tepuk tangan membahana penuh sukacita sesudahnya.
Usai berpidato, Kepala Staf Kepresidenan menghabiskan waktu sekitar 15 menit untuk bercengkrama hangat di tengah kerumunan siswa. Mendengar aspirasi para murid mengenai hobi olahraga dan fasilitas bola yang sudah rusak, Dudung secara spontan menjanjikan bantuan berupa masing-masing 5 bola voli dan 5 bola takraw untuk SMPN 122, serta 5 bola takraw untuk SDN Kapuk Muara 03 guna memfasilitasi aktivitas fisik para siswa.
Melanjutkan agenda, Kepala Staf Kepresidenan beserta rombongan bergerak menuju lantai dua gedung sekolah untuk meninjau jalannya pelayanan CKG yang dijalankan oleh 30 personel medis terpadu, terdiri dari dokter, perawat, dan tenaga kesehatan masyarakat dari Puskesmas Kecamatan Penjaringan serta Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara. Ratusan siswa terlihat mengikuti alur pemeriksaan dengan sangat tertib.
Layanan CKG komprehensif pada giat ini meliputi delapan jenis skrining: (1) pengukuran tinggi dan berat badan; (2) pengecekan tekanan darah, tanda vital, dan kesehatan kulit; (3) cek gula darah sewaktu; (4) skrining gigi dan mulut serta pengulasan fluoride; (5) uji CO analyzer untuk deteksi ketergantungan nikotin atau zat adiksi; (6) pemeriksaan tajam penglihatan mata dengan snellen chart; (7) tes kesehatan telinga dan ketajaman pendengaran; serta (8) skrining kesehatan mental lewat kuesioner stres mandiri.
Sebelum hari pelaksanaan giat ini, Puskesmas Penjaringan diketahui telah bergerak mendahului dengan melakukan skrining risiko penyakit menular, khususnya penyakit tuberkulosis (TBC) dan Hepatitis B terhadap sekitar 890 siswa SMPN 122 yang rampung pada Jumat (12/6) lalu. Dari pemeriksaan kontak erat dan gejala tersebut, tim medis menyatakan tidak ditemukan adanya terduga kasus TBC di lingkungan sekolah, sementara dua pelajar yang terindikasi suspek Hepatitis B telah langsung ditindaklanjuti untuk mendapatkan perawatan di Puskesmas.
Pemantauan oleh Kepala Staf Kepresidenan ini sekaligus menjadi “pesan arahan” yang kuat bagi jajaran fasilitas kesehatan dan pemerintah daerah di seluruh penjuru negeri agar konsisten melaksanakan CKG anak sekolah di seluruh tingkat, termasuk memastikan komitmen penyehatan pada institusi pendidikan non-pemerintah seperti Madrasah, Pondok Pesantren, hingga Sekolah Rakyat rintisan.
Di samping memantau kesehatan fisik, KSP juga memastikan pemantauan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan di kedua sekolah tersebut sejak Januari 2026. Hingga saat ini, pelaksanaan MBG berjalan dengan sangat baik tanpa ada laporan negatif, dengan menu variatif harian berupa daging ayam, telur, tahu, tempe, tumis sayuran, serta buah-buahan segar seperti semangka, melon, pisang, dan anggur yang rutin didistribusikan pada pukul 11.00 WIB untuk makan siang siswa.
Giat monitoring ditutup dengan peninjauan fungsionalitas papan panel belajar digital di ruang kelas yang berfungsi dengan baik. Turut mendampingi Kepala Staf Kepresidenan, Plt. Deputi III KSP Yan Hiksas, Tenaga Ahli Utama Zahera Mega Utama, Tenaga Ahli Madya Adele Hutapea, Tenaga Ahli Madya AA. Ade Kadarisman, dan seluruh jajaran KSP lainnya. (KSP/Tika).