Sidoarjo — Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman melanjutkan kunjungan lapangan ke Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur, Jumat (18/9/2026), usai meninjau kesiapan Jargas di Kabupaten Gresik pada hari yang sama. Di Sidoarjo, Kepala Staf Kepresidenan meninjau Metering Regulating Station (MRS) Jargas eksisting dan mengunjungi rumah penerima manfaat untuk mendengar langsung pengalaman masyarakat menggunakan jaringan gas bumi.
Berbeda dengan Kabupaten Gresik yang merupakan wilayah penerima manfaat baru, pembangunan Jargas di Kabupaten Sidoarjo merupakan perluasan atas jaringan yang telah beroperasi sebelumnya. Progres fisik pembangunan tahun ini telah mencapai 98,6 persen dan praktis sesuai jadwal.
Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman mengaitkan kunjungannya di Sidoarjo dengan peninjauan yang baru saja ia lakukan di Gresik pada hari yang sama. “Tadi saya kunjungan ke Gresik, intinya sama, bahwa saat ini peresmian Jargas di Gresik maupun di Sidoarjo. Di Sidoarjo ini lebih banyak, 7.223 sambungan rumah, di Kecamatan Waru dan Kecamatan Candi,” ujarnya.
Kepala Staf Kepresidenan memastikan bahwa seluruh hambatan perizinan yang sempat menahan proses pembangunan telah diselesaikan. Ia juga menjelaskan bahwa percepatan ini merupakan bagian dari tugasnya mengatasi hambatan lintas kementerian. “Ini merupakan bagian dari tugas saya selaku Kepala Staf Kepresidenan menghadapi sejumlah hambatan dari beberapa kementerian. Dengan waktu yang singkat, semuanya bisa berjalan lancar dan didukung oleh kementerian terkait, terutama Bupati Sidoarjo maupun Bupati Gresik,” katanya.
Kepala Staf Kepresidenan menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh pihak yang terlibat. “Inilah hasil kerja nyata dari SKK Migas, PGN, pemerintah kabupaten, dan provinsi. Banyak jerih payah dan kerja keras yang akhirnya dinikmati masyarakat kita, yang tadinya harus membeli gas 3 kilogram. Sekarang dengan adanya jaringan gas ini, harganya akan semakin murah dan pasokan tersedia 24 jam apabila sewaktu-waktu dibutuhkan,” ujarnya.
Kepala Staf Kepresidenan menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pemerintah kabupaten, provinsi, hingga kementerian yang bekerja keras mensukseskan program prioritas Presiden demi kesejahteraan masyarakat. Ia menegaskan bahwa manfaat nyata yang dirasakan masyarakat menjadi bukti kerja keras tersebut, dan menyatakan keyakinannya bahwa kerja para petugas lapangan sungguh dirasakan oleh masyarakat.
Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman menyampaikan permintaan khusus kepada badan usaha pengelola jaringan. “Khusus di wilayah ekspansi seperti Sidoarjo, saya minta kepada PT Perusahaan Gas Negara agar menjaga keandalan pasok dan kualitas layanan bagi pelanggan lama, seiring bertambahnya pelanggan baru,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa pemasangan jaringan gas rumah tangga tidak dipungut biaya apa pun. “Pemasangan jaringan pipa ini gratis, tidak dipungut biaya. Kalau ada oknum yang memanfaatkan situasi ini, segera laporkan kepada pihak terkait,” tegasnya. Jenderal (Purn) Dudung juga meminta Pemerintah Kabupaten Sidoarjo kembali mensosialisasikan program ini kepada masyarakat yang masih ragu untuk mendaftar sebagai pelanggan.
Kepala Staf Kepresidenan menegaskan akan terus mengawal keberhasilan program prioritas Presiden ini, agar Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik dapat mengoperasikan jaringan gas dengan baik dan masyarakat benar-benar dapat menikmati manfaatnya. “Saya akan terus mengawal program prioritas Bapak Presiden, sehingga tujuannya adalah Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik ini dapat mengoperasikan dengan baik dan masyarakat betul-betul akan menikmati program ini,” tegasnya.
Kunjungan ini turut dihadiri Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Jargas Kementerian ESDM Agung Kuswandono, Direktur PDLKWS Kementerian Lingkungan Hidup Widi Handoyo, Pengawas Internal SKK Migas Ibnu Suhendra, Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa Anggoro, Komite BPH Migas Arief Wardono, Direktur Infrastruktur PGN Heru Murti, Direktur MHD Artha Buana Rijalul Jabal, Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur, Bupati Sidoarjo H. Subandi, serta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat.
Turut mendampingi Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman, Dr. Djasa Pinara Gusti, Penasehat Kepala Staf Kepresidenan, Plt. Deputi II Kepala Staf Kepresidenan, Prof. Popy Rufaidah; jajaran Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan, Letjen TNI (Purn.) Arif Rahman; Letjen TNI (Purn.) Alfred Denny Djoike Tuejeh; Mayjen TNI (Purn.) Prof. (Hon.) Dr. Budi Pramono; Mayjen TNI (Purn.) Dedi Solihin; jajaran Tenaga Ahli Utama KSP, Mayjen TNI (Purn.) Saiful Rachiman; Ir. Nurwahidi; serta jajaran Tenaga Ahli KSP lainnya.
Kantor Staf Presiden akan terus mengawal koordinasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Pekerjaan Umum, BPH Migas, SKK Migas, PT Perusahaan Gas Negara, serta pemerintah daerah agar seluruh tahapan menuju pengaliran gas dapat diselesaikan secara cepat dan terkoordinasi. (KSP/Tika).