Jakarta – Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menyatakan bahwa pemerintah melaksanakan Cek Kesehatan Gratis (CKG) pengemudi, selama arus mudik dan arus balik pada libur Lebaran tahun ini. Hal ini disampaikan Qodari, dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/3/2026)
“Saat ini, berdasarkan data sementara 9 Maret 2026 yang diterima KSP dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), sebanyak 338 pengemudi bus telah menjalani CKG di 16 pool PO bus dan terminal di Jawa Tengah dan Jawa Barat,” ungkap Qodari.
Qodari memastikan bahwa pemerintah akan memperluas layanan CKG pengemudi ke daerah-daerah lainnya. Qodari juga menjelaskan bahwa jumlah CKG pengemudi pada mudik lebaran meningkat dari tahun ke tahun, dimana tahun 2025, meningkat hampir dua kali lipat yaitu 7.476 orang, dibandingkan dengan tahun 2024 yang hanya 4.019 orang.
“Tahun ini jumlah CKG pengemudi dapat diperkirakan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, karena Bapak Presiden memberi perhatian lebih, yang tujuannya semua warga negara yang mudik dipastikan dibawa oleh pengemudi yang sehat,” jelas Qodari.
Kepala Staf Kepresidenan menegaskan bahwa Program CKG merupakan salah satu langkah besar pemerintah untuk memperkuat pendekatan kesehatan yang bersifat preventif, yaitu mencegah penyakit sebelum menjadi lebih serius.
Dalam kesempatan yang sama, Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan bahwa pergerakan masyarakat pada Lebaran 2026 akan terbagi 2 gelombang puncak arus mudik. “Sesuai dengan yang telah disimulasikan oleh Kementerian Perhubungan dihadapkan pada statistik lebaran-lebaran sebelumnya, diperkirakan puncak arus mudik itu akan jatuh di tanggal 14 dan 15 Maret, kemudian puncik mudik kedia di tanggal 18 dan 19 Maret,” ujar Menko AHY.
Selain Menko AHY dan Kepala Staf Kepresidenan M Qodari, turut hadir dalam konferensi pers Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno, serta Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo, serta Korlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho. Kantor Staf Presiden akan terus memantau, mengawal, dan melakukan koordinasi lintas kementerian lembaga agar berbagai program strategis pemerintah dapat berjalan optimal dan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.