Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari memastikan kegiatan belajar mengajar di Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, berangsur kembali normal pascabencana banjir. Hal tersebut disampaikan Qodari saat mengunjungi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Karang Baru, Kamis (15/1/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Qodari berinteraksi langsung dengan para siswa, mengajari mereka berhitung, serta menyerahkan bantuan berupa tas sekolah, buku, dan alat tulis bagi pelajar SD yang terdampak bencana banjir di Kabupaten Aceh Tamiang.
Qodari mengatakan kunjungannya ke Aceh Tamiang bertujuan untuk melihat langsung perkembangan situasi dan kondisi terkini kegiatan belajar mengajar pascabencana. Ia juga menyempatkan diri berdialog dan menyapa anak-anak sekolah dasar.
“Kita menyaksikan bahwa kehidupan mulai berangsur normal kembali kepada ritme yang semula. Tentunya masih banyak PR (pekerjaan rumah) di sana-sini. Misalnya, karena di lantai satu ini terkena banjir, maka kemudian furniturnya sudah rusak. Dalam kondisi darurat, sementara murid duduk di lantai dengan dilapis karpet. Tapi ada juga yang sudah menggunakan furniture, kursi dan meja. Alhamdulillah karena ada lantai dua, ada yang bisa dipakai,” ujar Qodari.
Menurut Qodari, semangat untuk bangkit terlihat jelas, baik dari para guru maupun murid-murid. Ia berharap dukungan dari pemerintah pusat dapat segera melengkapi berbagai kebutuhan yang masih kurang agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan secara normal.
“Untuk di sekolah ini tadi ada (bantuan) tas, buku, dan alat tulis. Mudah-mudahan dengan bantuan sekadarnya ini bisa menambah semangat anak-anak dan bisa kembali beraktivitas belajar mengajar seperti biasa. Harapannya anak-anak tetap semangat, guru-guru tetap semangat, pemerintah kabupaten juga terus semangat, kepolisian tetap semangat, agar segera kembali kepada kehidupan yang normal seperti semula,” tutur Qodari.
Qodari juga mengapresiasi kerja keras bersama antara warga, pihak sekolah, aparat TNI dan Polri, serta relawan yang telah bergotong royong membersihkan sekolah dari lumpur sisa banjir, sehingga sekolah dapat kembali digunakan.
“Alhamdulillah aspek pendidikan mulai normal. Sebelumnya saya dengar sekolah ini lumpurnya sepinggang, tapi hari ini relatif bersih,” kata Qodari.
Kunjungan tersebut mendapat sambutan positif dari kepala sekolah dan dewan guru SDN 1 Karang Baru. Dalam kesempatan itu, turut hadir Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Tamiang, Sepriyanto, yang menjelaskan bahwa kondisi sekolah di wilayah tersebut belum sepenuhnya pulih.
Di SDN 1 Karang Baru, Qodari masuk ke ruang kelas untuk menyapa para siswa, mengajari mereka berhitung layaknya seorang guru, serta memberikan semangat melalui yel-yel dan nyanyian sebagai bentuk trauma healing. Qodari juga meninjau sejumlah ruang kelas yang masih kosong, dengan kondisi plafon rusak dan sebagian ruangan masih tergenang air. Meski belum mengenakan seragam sekolah, antusiasme siswa untuk belajar tetap tinggi.
Sementara itu, Kepala Disdikbud Aceh Tamiang Sepriyanto menyampaikan bahwa sekitar 85 persen sekolah di Aceh Tamiang terdampak banjir, dan sekitar 50 persen di antaranya telah dibersihkan dengan bantuan TNI, Polri, dan relawan.
“Sampai saat ini pembelajaran belum normal. Pembersihan terus dilakukan dan masih ada sekitar tujuh sekolah mendirikan tenda, terutama sekolah di pedalaman,” ujar Sepriyanto. Ia menambahkan, proses belajar mengajar masih berlangsung dalam kondisi darurat, di mana siswa tidak diwajibkan mengenakan seragam dan dapat memanfaatkan fasilitas lain seperti musala, rumah warga, atau tenda.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala SDN 1 Karang Baru Neti Surya mengaku senang dan bangga sekolahnya dikunjungi oleh Kepala Staf Kepresidenan. Menurutnya, saat ini sekolah masih membutuhkan penggantian sarana dan prasarana yang rusak akibat terendam banjir.
“Alhamdulillah, kita telah dikunjungi pemerintah dari pusat, artinya ini menjadi motivasi bagi kami. Bapak Qodari tadi juga membawa bantuan untuk sekolah kami, untuk penyemangat siswa ada tas, buku, dan alat tulis yang memang sangat dibutuhkan siswa,” tutup Neti.