Jakarta– Kantor Staf Presiden (KSP) melalui Kedeputian I melakukan kunjungan kerja ke Skadron Udara 31, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (3/11/2026), untuk meninjau kesiapan dan optimalisasi pesawat Airbus A400M sebagai bagian dari penguatan kemampuan angkutan udara strategis nasional.
Kunjungan dipimpin Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi I Kepala Staf Kepresidenan, Dr. Heru Kreshna Reza, didampingi Kepala Sekretariat KSP, Prof. Achmad Tjachja Nugraha, bersama jajaran tenaga ahli KSP. Rombongan diterima oleh jajaran TNI Angkatan Udara, antara lain KasKoopsau Marsma TNI Destianto Nugroho Utomo dan Komandan Grup 1 Angkut Marsma TNI I Gusti Putu Setia Darma.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pemantauan KSP terhadap program prioritas Presiden Prabowo Subianto, khususnya modernisasi alutsista dan penguatan kemampuan pertahanan nasional. Dalam kunjungan tersebut, TNI AU memaparkan perkembangan pengoperasian dua unit A400M yang memiliki kemampuan angkut hingga 37 ton dan telah dimanfaatkan untuk mendukung mobilitas personel, distribusi logistik, operasi pertahanan, serta misi kemanusiaan dan penanggulangan bencana.
KSP menekankan bahwa modernisasi pertahanan tidak cukup hanya melalui penambahan alutsista, tetapi juga harus didukung kesiapan personel, infrastruktur, logistik, dan sistem pemeliharaan yang terintegrasi. Perhatian khusus diberikan terhadap kesinambungan pasokan suku cadang yang memiliki tingkat penggunaan tinggi.
“Kita perlu memastikan ketersediaan suku cadang yang memiliki tingkat penggunaan tinggi atau fast-moving parts. Pengadaannya harus direncanakan dengan baik, termasuk mengantisipasi risiko keterlambatan pasokan, agar tidak mengganggu kesiapan operasional pesawat A400M,” ujar Heru.
Heru juga mendorong TNI AU menyusun rencana strategis pengembangan kemampuan angkutan udara untuk lima tahun ke depan sebagai bahan koordinasi dengan Kementerian Pertahanan. Rencana tersebut diharapkan mencakup kebutuhan pengembangan armada, peningkatan kompetensi personel, pembangunan fasilitas pendukung, serta penguatan sistem logistik dan pemeliharaan secara berkelanjutan.
Sementara itu, Komandan Grup 1 Angkut Marsma TNI I Gusti Putu Setia Darma menjelaskan bahwa kehadiran A400M semakin memperkuat kemampuan TNI AU dalam mendukung berbagai kebutuhan operasi.
“A400M memiliki kemampuan multi-misi yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung tugas pertahanan, mobilitas personel dan logistik, hingga operasi kemanusiaan. Kami terus mengembangkan kemampuan personel dan dukungan operasional agar pemanfaatan pesawat ini semakin optimal,” ujarnya.
Penguatan kemampuan angkutan udara strategis tersebut sejalan dengan Asta Cita Kedua Presiden Prabowo Subianto dan arah pembangunan pertahanan dalam RPJMN 2025–2029. KSP memandang penting adanya perencanaan terpadu agar investasi alutsista dapat memberikan manfaat optimal bagi kesiapan pertahanan sekaligus meningkatkan kapasitas negara dalam penanggulangan bencana dan pelayanan kemanusiaan. Sebagai tindak lanjut, KSP akan menyusun memo kebijakan mengenai kebutuhan prioritas penguatan kesiapan A400M, terutama yang memerlukan dukungan kebijakan dan koordinasi dengan Kementerian Pertahanan serta kementerian/lembaga terkait guna menjamin keberlanjutan kemampuan angkutan udara strategis nasional.