Categories
Berita Berita KSP Kedeputian Kedeputian I

KSP Pastikan Nelayan di Maluku Tengah Dapat Manfaat Program KUSUKA

MALUKU – Langkah Kantor Staf Presiden (KSP) dalam mengawal program Kartu Usaha Kelautan dan Perikanan (KUSUKA), tidak lengkap tanpa langsung terjun ke lapangan. Untuk itu, Deputi I KSP Febry Calvin Tetelepta yang didampingi Tenaga Ahli Utama Kedeputian I KSP Alan F. Koropitan, menemui langsung nelayan di Desa Tial dan Desa Way, Maluku Tengah pada Jumat (19/2). “Kunjungan ini untuk mencari solusi dari masalah yang dihadapi nelayan, sekaligus memastikan nelayan mendapat manfaat dari program KUSUKA,” ujar Febry.

Dari kunjungannya itu, KSP pun menerima berbagai harapan dari para nelayan. Salah satunya mengenai kebutuhan sarana dan prasarana. Ada juga persoalan penetapan harga yang masih didominasi penadah ikan, terkait dengan kontribusi PT Perikanan Nusantara (Perinus) yang masih terbatas. Termasuk permintaan percepatan pembangunan Pembangkit Listrik yang dinilai bersinggungan dengan daerah tangkapan ikan nelayan.

Dari berbagai cerita para nelayan tersebut, Febry menegaskan, KSP akan mendorong Pemerintah setempat untuk menyediakan tempat penyimpanan (storage) dan pabrik es yang lebih tertata. Solusi lainnya, kebutuhan sarana dan prasarana itu akan disambungkan ke pusat data Pemerintah melalui program KUSUKA. “Data harus tepat, sehingga akan memudahkan untuk direalisasikan. Nelayan harus terdata untuk mendapatkan subsidi,” kata Alan menambahkan.

Tidak hanya itu, Alan juga menegaskan, KSP akan memastikan agar pihak-pihak terkait memfasilitasi bahan bakar nelayan. Termasuk meminta Perinus lebih terlibat dalam menstabilkan harga ikan.

Kadis Kelautan dan Perikanan Maluku Abdul Haris yang juga hadir pada kesempatan itu menambahkan, pihaknya akan memastikan sentra perikanan rakyat tidak terganggu dengan adanya pembangkit listrik.

Program PEN

Pada kesempatan terpisah, Alan juga berkesempatan mengunjungi para pembudidaya ikan keramba di Teluk Ambon Dalam. Tujuannya untuk memastikan para pembudidaya ikan keramba tersebut mendapat bantuan melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Apalagi, pendapatan para pembudidaya ikan keramba yang dikunjungi Alan sempat terdampak Covid-19.

Alan pun mengapresiasi Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP yang telah menyalurkan bantuan senilai Rp20 juta bagi 12 kelompok pembudidaya ikan keramba di Teluk Ambon Dalam. Menurut Alan, bantuan tersebut sangat membantu para pembudidaya ikan keramba untuk memenuhi kebutuhan benih dan pakan. “Bantuan ini menarik karena karakternya berbeda dengan bantuan di Pulau Jawa,” tutur Alan.

Selain itu, Alan juga menemukan adanya bantuan lain yang diterima para pembudidaya ikan keramba di Teluk Ambon Dalam. Seperi yang disampaikan Mansyir, salah satu pembudidaya ikan keramba Teluk Ambon Dalam. Mansyir menyampaikan, kelompoknya yang terdiri dari 10 orang dan membubidaya ikan kerapu, ikan kuwe, dan ikan kakap putih mendapat berbagai bantuan dari Pemerintah Provinsi dalam bentuk mesin, benih, pakan, jaring-jaring, hingga transportasi angkut.

Bantuan tersebut, kata Mansyir, berhasil menekan beban pengeluaran para pembudidaya ikan keramba. “Karena kan selama ini  untuk kebutuhan pakan, benih menggunakan biaya sendiri. Tapi sejak pandemi Covid-19, kami cukup terbebani. Sehingga adanya bantuan tersebut sudah mengurangi beban kami,” terang Mansyir.

Meski begitu, Mansyir masih berharap ada lagi bantuan lain. Terutama untuk kebutuhan benih ikan kerapu yang berasal dari Bali dan Situbondo, karena selama ini masih mengandalkan biaya sendiri.