Jakarta – Kepala Staf (Kastaf) Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. Dudung Abdurachman melakukan kunjungan ke Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (5/5/2026). Kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah untuk terus menjalin sinergi yang kuat dengan para ulama demi menjaga stabilitas dan keutuhan bangsa.
Kastaf Jenderal Dudung menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan momen yang sangat istimewa, terutama dalam kapasitasnya yang baru ditunjuk oleh Presiden Prabowo Subianto untuk menjembatani komunikasi antara pemerintah dan tokoh agama. “Ya, ini silaturahmi ini sangat luar biasa kalau menurut saya, makanya saya hadir karena saya satu sisi pejabat baru sebagai Kantor Staf Presiden (KSP) yang bisa mewakili pemerintah,” ujar Kastaf.
Kepala Staf Kepresidenan menjelaskan bahwa fokus utama dari kunjungan ini adalah untuk menyerap aspirasi dari para ulama agar dapat diteruskan langsung ke tingkat pimpinan negara. Kastaf menyadari bahwa tokoh agama dan tokoh masyarakat merupakan pihak yang berhadapan langsung dengan masyarakat.
“Saya mendengar apa yang menjadi saran masukan dari para ulama. Dan kemudian nanti kita akan laporkan kepada Bapak Presiden, banyak hal-hal yang penting yang tadi saya terima,” tegasnya. Ia juga menambahkan komitmennya untuk menindaklanjuti masukan tersebut, “Tentunya aspirasi ini ditampung dan kemudian disampaikan kewajiban saya adalah menyampaikan kepada atau melakukan kepada Bapak Presiden hal-hal yang memang saat ini dirasakan oleh masyarakat”.
Selain menampung aspirasi, Kastaf juga menggarisbawahi pesan penting dari Ketua Umum MUI terkait pentingnya menjaga kerukunan nasional di tengah masyarakat. “Satu hal lagi tadi dari KH Anwar yang Ketua MUI bahwa pentingnya kebersamaan, menjaga persatuan dan kesatuan, menjaga mulut untuk tidak saling membenci, saling merendahkan, saling memfitnah, sehingga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini tetap terjaga,” ungkap Kastaf.
Kastaf menekankan bahwa pencapaian stabilitas negara bukanlah tugas satu pihak saja, melainkan “tanggung jawab kita semua, pemerintah maupun Majelis Ulama Indonesia, agar stabilitas negara kesatuan Republik Indonesia ini tetap terjaga”.
Kunjungan silaturahmi yang berlangsung hangat ini diterima langsung oleh jajaran Dewan Pimpinan Pusat MUI. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar (yang hadir secara daring), Wakil Ketua Umum MUI KH Cholil Nafis dan KH Marsudi Syuhud, Ketua MUI Bidang Fatwa Prof KH Asrorun Ni’am Sholeh, serta Ketua MUI Bidang Infokomdigi KH Masduki Baidlowi.
Turut hadir pula Ketua MUI Bidang Ekonomi M Azrul Tanjung, Ketua MUI Bidang Dakwah KH Abdul Manan Ghani, Ketua MUI Bidang Fatwa Metodologi Buya Gusrizal Gazahar, Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri Prof Sudarnoto Abdul Hakim, dan Ketua MUI Bidang Ekonomi Syariah KH Sholahudin Al Aiyub.
Pertemuan ini diharapkan dapat semakin memperkokoh kerja sama berkelanjutan antara ulama dan pemerintah dalam membangun bangsa yang sejahtera, stabil, dan berdaulat.