Categories
Berita Berita KSP COVID-19 Gugus Tugas Kedeputian Kedeputian II

KSP Himpun Perspektif Milenial dalam Penanganan COVID-19

JAKARTA – Pemerintah terus mendorong keterlibatan generasi milenial dalam berbagai persoalan di tanah air, tak terkecuali dalam penanganan pademi COVID-19. Bahkan, dalam Rapat Kabinet Terbatas, Presiden Joko Widodo meminta partisipasi masyarakat dalam penyusunan kebijakan menjadi kunci utama dalam memutus mata rantai COVID-19.

“KSP memandang perlu untuk mendengar masukan dari anak muda dikarenakan biasanya dari anak muda kita mendapat perspektif yang baru dan inovatif terkait berbagai isu,” terang Tenaga Ahli Utama Kedeputian II KSP Abraham Wirotomo dalam acara forum diskusi tema “Perspektif dan Harapan Anak Muda Terhadap Situasi dan Dampak COVID-19 di tahun 2021”, Jakarta, Jumat (4/12).

Abraham menambahkan, Pemerintah sangat memperhatikan masukan- masukan yang berasal dari anak-anak muda. Selain itu juga saat ini juga pelibatan anak muda, mulai dari lingkungan Istana hingga di Kementerian/Lembaga sangat besar. “Maka, anak muda harus semangat, jangan takut, terus berkontribusi demi Indonesia Maju,” ucap Abraham.

Dalam Forum Diskusi Pakar ini, Chair Aliansi Satu Visi (ASV) Resmiadi menjelaskan keterlibatan remaja beragam identitas dalam merespon COVID-19. “Terutama secara nasional dan daerah dalam menyebarkan informasi dan pendampingan remaja,” papar Resmiadi.

Rekomendasi ASV tidak lepas dari penelitian yang dilakukan kepada remaja berusia 18-24 tahun di 10 provinsi yang menghasilkan sebanyak 60% remaja merasa cemas dengan dampak Pandemi. Terutama, kata Resmiadi, adalah saat mereka berobat karena mendatangi tempat penularan COVID-19.

Sementara itu perwakilan Center for Indonesian Medical Students (CIMSA) Muhammad Orri Baskoro menyampaikan perlunya pendekatan yang pentahelix dengan kolaborasi antara industri, kampus, pemerintah, dan swasta untuk mendorong kebijakan yang jelas, tegas, dan sinkron dalam transformasi sistem pelayanan kesehatan.

Dia juga menegaskan, CIMSA berkomitmen mendukung kebijakan dan protokol kesehatan dari World Healt Organization (WHO) dan Kementerian Kesehatan.
Adapun tim John Hopkins Center for Communication Indonesia Dian Rosdiana sepakat, keterlibatan anak muda perlu diaktifkan dalam komunikasi COVID-19 karena merasa punya kekebalan dan masih memiliki jiwa pemberontak terhadap protokol kesehatan.

Sebagai tambahan informasi, hadir pada Forum Diskusi Pakar kali ini juga berasal dari Student Catalyst, Center for Indonesia’s Startegic Development Initiatives (CISDI), perwakilan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, perwakilan ISBANBAN Foundation, perwakilan Wastehub, perwakilan SDSN Youth Network, dan perwakilan Emancipate Indonesia.